Previous

Recent From wisata budaya

Asal Mula Ikawangi

Asal Mula Ikawangi Posted by on Sep 30, 2015
Next

Recent Posts

Asal Mula Ikawangi

Ikawangi (Ikatan Keluarga Banyuwangi) merupakan wadah orang-orang yang berhubungan dengan Banyuwangi, ada yang lahir di sana, ada yang pernah bersekolah di sana, ada yang orang tuanya dari sana, ada yang suami/istrinya dari sana, ada yang cuma jatuh cinta kepada tanah Blambangan. Meski tidak punya struktur antar daerah, Ikawangi berkembang dari cuma di Jakarta, lantas melebar menjadi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Cilegon. Lantas daerah-daerah lain membentuk paguyuban Ikawangi di berbagai kota dan pulau, dari Sumatra sampai Bali dan Papua. Bahkan beberapa pekerja dari Banyuwangi, juga mengusulkan organisasi serupa di Malaysia maupun Taiwan. Organisasi Ikawangi di daerah yang terbaru adalah di Bandung. Tanggal 2 Februari 2014, Ikawangi Bandung berencana mengadakan pertemuannya yang pertama. Sekedar mengingat-ingat mulanya, saya sertakan tulisan Bp. H. Moh. Noer Hafandi, tentang asal mula Ikawangi. Memang sudah cukup banyak sesepuh, pendiri, penasihat dan anggota Ikawangi yang menduduki jabatan penting. Mulai dari beberapa walikota Jakarta, sekretaris daerah Jakarta, wakil gubernur Jakarta, ketua KONI pusat, anggota DPR pusat, direktur BIN, dirut PT Telkom, dirjen Bea Cukai, direktur PT Krakatau Steel, pengusaha, pengurus KADIN pusat, serta salah satu orang terkaya di Indonesia yang masuk dalam daftar Forbes. Dan pada saat berkumpul dalam wadah Ikawangi, mereka tetap merasa sebagai “dulur” yang sama-sama punya keterkaitan primordial dan keterikatan emosional dengan tanah yang bernama Blambangan/Banyuwangi. (iwandear@gmail.com) Ikawangi, bermula dari silaturahmi Oleh H. Moh. Noer Hafandi Ide semula paguyuban Ikawangi diawali dengan pemikiran menggalang silaturahmi para perantau Banyuwangi yang mencari penghidupan di Jakarta. Selain wadah silaturahmi, paguyuban diharapkan dapat membantu sesama warga, membantu sanak saudara yang memulai peruntungannya di Jakarta (sebagai rumah singgah), melakukan kegiatan sosial serta tempat menggalang kerjasama dengan pemda Banyuwangi. Lantas pertemuan diadakan di rumah Sdr. Soetardjianto di Setiabudi pada bulan Februari 1972. Karena antusias yang tinggi, ada 14 orang yang hadir pada pertemuan pertama dari cuma lima orang yang diundang. Mereka ini adalah Hardjoko Saputro (alm, asal Banyuwangi kota), Soetardjianto (Kradenan), Moh. Noer Hafandi (kota), Samsoel (Glenmore), Syafi’i (kota), Halawani (Parijatah), Soetrisno (kota), Soetoyo L (alm, kota), Sya’i (Benculuk), Mohamad Zein (kota), Soegiyono (alm, kota),...

read more

Unit Kebudayaan Banyuwangi (Ukawangi) ITB

Sep 30, 15 Unit Kebudayaan Banyuwangi (Ukawangi) ITB

Posted by in wisata budaya

Unit Kebudayaan Banyuwangi resmi berdiri di Institut Teknologi Bandung, 19 September 2015 lalu. Peresmian Ukawangi ITB diselenggarakan dengan menggelar pagelaran budaya Banyuwangi yang bertajuk “Sewu Kelir Blambangan” di Aula Timur ITB yang dihadiri oleh Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA (Rektor ITB), Dr. Ir. Arief Yahya M.Sc. (Menteri Pariwisata), serta Abdullah Azwar Anas M.Si. (Bupati Banyuwangi). Arbet Pratama (Teknik Tenaga Listrik 2012) didaulat sebagai ketua pertama Unit Kebudayaan ini. Arbet mengatakan, sebelum acara grand launching ini, di kampus ITB sudah dilakukan pre-launching dengan menggelar karnaval mini di kampus ITB.     Acara grand launching berlangsung sangat meriah dengan dihadiri oleh masyarakat Banyuwangi yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) Jakarta dan Balikpapan. Sajian kuliner khas Banyuwangi juga digelar di sini. Ada sego tempong, rawon Banyuwangi dan lain sebagainya.     Selain mengundang penyanyi kawakan, Sumiyati, pergelaran Sewu Kelir Blambangan ini juga menampilkan sendra tari Banyuwangi yang dimainkan secara mandiri oleh mahasiswa-mahasiswi Ukawangi ITB.     Bapak Menteri Pariwisata yang juga adalah Wakil Ketua Ikawangi Bandung mengatakan sangat mendukung adanya pembentukan Ukawangi ITB ini. Dengan semakin banyaknya mahasiswa asal Banyuwangi yang menuntut ilmu di ITB, maka adalah sebuah kewajaran jika mereka mempunyai Unit Budaya Banyuwangi.     Bapak Rektor menyatakan sudah lama dekat dengan Banyuwangi karena waktu beliau mahasiswa, beliau punya teman sekamar yang orang Banyuwangi. Pak Rektor juga mendukung penuh kegiatan Ukawangi. Terakhir, Pak Bupati Banyuwangi menyampaikan update tentang Banyuwangi. Beberapa kemajuan yang sudah dicapai oleh Banyuwangi beliau paparkan yang membuat gembira dan bangga masyarakat Banyuwangi yang turut hadir dalam kesempatan...

read more